Ketika sedang membaca bagian pendahuluan sebuah buku tentang sejarah Islam, saya mendapati kata wadi yang bersumber dari bahasa Arab. Seingat saya, wadi berarti lembah. Pencarian singkat di situs ensiklopedia bebas Wikipedia menyajikan informasi yang menarik mengenai istilah itu. Di sana disebutkan bahwa wadi merupakan sungai kering di padang pasir yang baru berisi air jika hujan turun. Selain sebagai toponimi atau nama tempat yang sangat umum dalam bahasa Arab, seperti Wadi Rum di Yordania, ternyata ada sejumlah nama tempat dalam bahasa Spanyol yang juga berasal dari kata itu. Contohnya: Guadalcanal dari wādī al-qanāl (desa di Sevilla dan pulau di Kepulauan Solomon), Guadalajara dari wādī al-ḥijārah (nama kota di Spanyol dan Meksiko), dan Guadalquivir dari al-wādī al-kabīr (sungai terbesar kedua di Spanyol). Fenomena itu semestinyalah tidak mengherankan, sebab bangsa Moor yang berbahasa Arab pernah bermukim di Semenanjung Iberia selama kurang lebih delapan abad. Tapi, bagaimana bisa wadi berubah menjadi guad?
Spanyol, sebagaimana Prancis, Italia, Portugis, dan beberapa bahasa lain, merupakan bahasa yang berumpun Roman. Kelompok bahasa tersebut tumbuh dan bermula dari bahasa Latin pasaran (Vulgar Latin).
Menurut Online Etymology Dictionary, huruf w yang mengawali istilah-istilah asing umumnya berubah menjadi gu saat diserap oleh bahasa-bahasa Roman. Misalnya:
- guerra yang berarti ‘perang’ dalam bahasa-bahasa Roman seperti Italia dan Spanyol berasal dari kata Proto-Jermanik Barat werru ‘pertengkaran’. Bahasa Inggris termasuk rumpun Jermanik Barat sehingga kata war mempunyai asal-usul serupa.
- guardia ‘pengawal’ dalam bahasa Italia dan Spanyol diserap dari kata Proto-Jermanik Barat wardēn ‘melindungi’.
Dengan demikian, wādī al-ḥijārah ‘lembah batu’ diserap menjadi Guadalajara dan (al-)wādī al-kabīr ‘sungai yang besar’ menjadi Guadalquivir. Saya berasumsi bahwa pada kedua toponimi Spanyol tersebut, ī dariwādī melebur dengan al (alif lam makrifah) pada pangkal nomina (ḥijāra) dan adjektiva (kabīr) menjadi guadal, sedangkan ajara dan quivir merupakan adaptasi dari kata-kata yang diserap.
Dengan mengetahui pola penyerapan demikian, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi kata-kata serapan serta mengingatnya.
Tinggalkan komentar